Dalam pendidikan di Tiongkok, AI LLM (Large Language Model) digunakan dalam dua cara utama: sebagai alat bantu pembelajaran adaptif dan sebagai materi pembelajaran di jurusan khusus. Saat ini, belum ada satu platform AI resmi dan wajib nasional.
LLM sebagai Asisten Belajar di Sekolah & Universitas
Secara praktik, beberapa sekolah tinggi dan universitas telah mengintegrasikan AI untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih personal:
Di Tsinghua University
· Penerapan: Platform “Teman Belajar” berbasis AI yang mendukung 220+ mata kuliah.
· Cara Kerja: Memberi akses 24/7, latihan soal yang dipersonalisasi, dan semacam bimbingan tambahan bagi mahasiswa.
Di Open University of China & Universitas Sichuan
· Penerapan: Platform Bahasa Inggris AI dan Platform Latihan Medis Pintar.
· Cara Kerja: Melatih percakapan dan konsultasi simulasi dengan pasien virtual.
Di Sekolah Menengah
· Penerapan: Alat Penilaian AI (Sekolah Menengah Pekan Gulin), dan Simulasi Dinamik untuk mata pelajaran Fisika (Sekolah Tinggi Shuangshi Xiamen).
· Cara Kerja: Mengoreksi tugas, menganalisis kesalahan umum siswa, serta membuat simulasi visual.
Selain itu, ada inisiatif seperti “AI App Supermarket” di Beijing yang mengumpulkan 23 produk AI untuk guru dan administrator sekolah.
LLM sebagai Materi & Kurikulum Khusus
LLM juga dipelajari sebagai disiplin ilmu tersendiri, terutama di perguruan tinggi:
· Tsinghua University membuka mata kuliah khusus tentang Model Bahasa Besar dan AI Generatif, yang diminati mahasiswa dari berbagai jurusan.
· Universitas seperti Peking dan Renmin memperluas program dan penerimaan mahasiswa baru di bidang AI dan teknologi strategis lainnya.
Contoh LLM Khusus Pendidikan
Salah satu contoh pengembangan spesifik untuk pendidikan adalah CELLM (Chinese Education Large Language Model), sebuah LLM sumber terbuka yang dikhususkan untuk penelitian dan aplikasi pendidikan dalam bahasa Mandarin.
· Spesialisasi: Dikembangkan dan dioptimalkan untuk konteks pendidikan Tiongkok.
· Model Sumber Terbuka: Model, data, dan kodenya terbuka untuk mendorong penelitian lebih lanjut.
· Skala: Saat ini merupakan model berparameter 1.5B yang lebih kecil, yang fokus pada menetapkan standar dan infrastruktur dasar untuk pengembangan lebih lanjut.
Penting diketahui, sumber-sumber juga menunjukkan tantangan implementasi, terutama kesenjangan teknologi antara sekolah di perkotaan dan pedesaan. Selain itu, wawasan dari Wakil Menteri Pendidikan Indonesia mengingatkan pentingnya membekali siswa dengan pemikiran kritis untuk menilai keluaran AI secara tepat.