brown wooden house on lake during sunset

Lin Yutang , selalu membawa leluhur

Lin Yutang, yang lahir pada tanggal 10 Oktober 1895 dan wafat pada tanggal 26 Maret 1976, merupakan seorang penulis, ahli bahasa, serta perancang mesin ketik bahasa Tionghoa. Sebagai penulis dwibahasa yang produktif dalam bahasa Tionghoa dan Inggris, ia dikenal karena memperkenalkan gaya prosa humor dalam kesusastraan Tionghoa modern. Perannya sebagai jembatan budaya antara Tiongkok dan dunia Barat sangat menonjol, terutama melalui karya monumental berjudul My Country and My People yang terbit pada tahun 1935, serta terjemahan karya klasik Tionghoa ke dalam bahasa Inggris.

Dalam kapasitasnya sebagai ahli bahasa, Lin Yutang menyusun serangkaian buku teks bahasa Inggris sebagai bahasa kedua bagi pelajar Tionghoa pada tahun 1930-an, dan kemudian menghasilkan kamus Inggris-Tionghoa yang rampung pada tahun 1970-an. Sebagai seorang penemu, ia merancang mesin ketik bahasa Tionghoa yang berhasil memperoleh paten di Amerika Serikat pada tahun 1952, meskipun rancangan tersebut tidak pernah diproduksi secara massal. Sepanjang periode antara tahun 1940 hingga 1973, Lin Yutang menerima enam kali nominasi untuk Hadiah Nobel dalam bidang Sastra.

Lin Yutang berada tepat di tengah pusaran Gerakan Kebudayaan Baru yang gencar mengkritik berbagai tradisi kuno sebagai unsur feodal dan berbahaya. Alih-alih menerima begitu saja kecaman tersebut, ia justru mendalami teks-teks Konfusianisme dan warisan budaya sastra yang sebelumnya tidak ia peroleh secara memadai karena latar belakang pendidikan Kristen dan penguasaan bahasa Inggris yang dominan sejak kecil.

Majalah humor yang diasuhnya, The Analects Fortnightly atau Lunyu Banyuekan yang terbit dalam dua periode yaitu 1932 hingga 1940 dan 1945 hingga 1949, memuat esai-esai dari para penulis terkemuka seperti Hu Shih, Lao She, Lu Xun, dan Zhou Zuoren. Lin Yutang merupakan salah satu tokoh pertama yang memperkenalkan konsep humor dari Barat ke Tiongkok. Pada tahun 1924, ia menciptakan istilah youmo sebagai padanan fonosemantik untuk kata humor dalam bahasa Inggris. Melalui jurnal The Analects, Lin mempromosikan konsepsi humornya sebagai ekspresi dari falsafah hidup yang toleran, kosmopolitan, penuh pengertian, dan beradab.

Pada tahun 1933, Lu Xun melancarkan serangan terhadap The Analects karena dianggap tidak berpihak pada politik, dan menyebut esai-esai pendek karya Lin sebagai barang kecil untuk kaum borjuis. Meskipun demikian, Lu Xun tetap bersedia menyumbangkan tulisannya untuk majalah tersebut.

Tulisan-tulisan Lin Yutang dalam bahasa Mandarin mengkritik pemerintah Nasionalis sedemikian rupa sehingga ia merasa nyawanya terancam. Banyak esainya dari masa ini kemudian dihimpun dalam buku With Love and Irony yang terbit pada tahun 1940. Pada tahun yang sama, ia bertemu dengan Pearl Buck di Shanghai. Pearl Buck kemudian memperkenalkan Lin beserta karya-karyanya kepada penerbitnya sekaligus calon suaminya, Richard Walsh, yang menjabat sebagai kepala John Day Company.

Hubungan Lin Yutang dengan agama Kristen berubah seiring perjalanan waktu. Ayahnya adalah seorang Kristen generasi kedua, namun ketika berada di Tsinghua, Lin merenungkan makna menjadi seorang Kristen di Tiongkok. Ia berkesimpulan bahwa menjadi seorang Kristen berarti menerima sains dan kemajuan Barat, tetapi di sisi lain, hal itu juga berarti kehilangan kontak dengan budaya Tiongkok serta identitas pribadinya sendiri. Sepulangnya dari studi di luar negeri, Lin memperbarui rasa hormatnya kepada sang ayah, namun ia semakin mendalami studi Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme. Dalam bukunya My Country and My People, ia menyatakan bahwa orang Tiongkok ke mana pun pergi selalu membawa serta leluhur mereka, sementara orang Barat yang mewarisi tradisi Abrahamik ke mana pun pergi membawa Tuhan Abrahamik mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Total
0
Share
error: Content is protected !!